Sunday, June 5, 2016

Kaelen progress: considerations of others

Mama merasa mama harus cerita tentang ini supaya nanti bisa dibaca lagi dan bsa inget lagi tentang progress Adek Kae

Jadi barusan kita berlima lagi di ruang tengah.
Kakak dan abang nonton youtube di laptop dan adek lagi becanda sama mama. Papa lagi nonton TV
Tetiba abang bersin. Mama tanya "ada ingus nya ga nak?"
Abang jawab "engga"

Adek bangun dan manjat rak besi, mama larang dengan hanya memanggil nama "kaleeeen"
Adek langsung nangis marah
Adek coba manjat lagi. Dan mama tegur lagi..tapi adek ga peduli dan adek manjat rak besi untuk ambil tissue
Mama pikir adek mau robek2 tissue. Ternyata adek cuma narik sekali (walau yang ketarik 2 tissue)
Trus adek jalan ke arah kakak dan abang.
Mama merhatiin aja. Mama pikir adek mau gangguin kakak maen laptop.
Tapi adek berdiri saja dan liatin abang..trus liatin tissu trus abang...
Ya Allah ternyata adek mau kasih tissu ke abang karena abang abis bersin


Abang terima dan abang lap ingus..
Pas mama tanya mba Epi ternyta adek juga sering ambil tissue buat lap ingus sendiri

Alhamdulillah...adek ternyata perhatian sama orang walaupun galak :p


Friday, June 3, 2016

Ditengah kesibukan, untuk kakak...

Mama selama ini jarang menelpon rumah. Tapi bukan berarti mama tidak sayang. 
Mama khawatir kalau mama menelpon maka pikiran mama akan terpecah. Seperti saat ini setelah 3 jam lalu mama menelpon kakak di rumah, mama jadi terpikir anak mama sedang apa, apakah mainnya jauh atau dekat, apakah cuma nonton TV, apakah sudah makan, apakah kakak main dengan teman kakak yang mama papa sebenernya tidak suka dan masih banyak lagi

termasuk juga memikirkan adek Kae dan Abang...

Tapi blog post ini untuk kakak. 

Senin kemarin di mobil menuju kantor mama menangis setelah membaca headline berita. 
Hanya headline tapi mama sampai menangis. 
Tentang siswa SD (atau SMP) di Semarang yang diperkosa oleh 21 orang. 
astaghfirullah...astaghfirullah...

kebejatan macam apa yang terus terus an muncul di negara ini. 

Mama mungkin egois, karena hanya sejenak saja mama terpikir tentang si korban itu, tapi pikiran mama langsung ke anak mama dan  lebih lama lagi tentang anak mama. Bagaimana kalau ini terjadi pada kakak. 
Apa yang bsa mama perbuat supaya kakak terhindar dari hal ini. 
Mama papa sudah dari dulu mau daftarkan kakak bela diri. tapi kalau jiwa pengecut main kroyokan kayak gitu, mau sejago apapun kakak pasti tidak akan sanggup lawan 21 orang. 

Ya Allah kak..mama bener-bener sedih. 
Bagaimana mama bsa menjaga anak mama supaya tidak mengalami seperti itu. Dunia seperti apa yang menanti kakak 5 tahun dari sekarang. 

Saat ini aja mama ga sama kakak 70% dari waktu yang ada karena mama kerja. Walau mama usahakan 5 tahun dari sekarang mama sudah tidak perlu bekerja lagi. Tapi apa mama harus selalu mengikuti kakak kemanapun? pasti tidak mungkin. 

Bagaimana mama bsa menjaga supaya anak mama tidak mengalami hal keji seperti itu. 
Menulis ini saja mama masih sedih dan matapun berair sudah. 
Ya Allah..memang cuma hanya kepada Allah kita bsa pasrah nak. Manusia cuma bisa berusaha dan Allah yang memutuskan. Tapi mama kadang ragu apakah mama sudah ikhtiar sebesar yang mama bsa. 
apakah sebenarnya masih ada hal lain yang bsa mama lakukan supaya kamu terhindar dari hal hal seperti ini. 

semoga kita semua dilindungi dari hal hal tersebut ya nak.....

Friday, May 20, 2016

Hidup panggung sandiwara

Semakin bertambah umur, semakin berkembang pergaulan, semakin meluas bidang-bidang atau aspek-aspek kehidupan yang ada dalam hidup keseharian kita.

Dan seiring itu, semakin setuju gue sama lagunya Nike Ardilla (ketahuan amat umurnya neh) kalau hidup itu panggung sandiwara

Hal-hal yang jaman baheula gue pikir cuma kejadian di tv-tv atau sinetron-sinetron eh kok malah muncul di lingkungan hidup sekitar gue. Aktor dan aktrisnya mulai dari sahabat dekat, teman sekantor, tetangga, ataupun "teman online".

Ga perlu di bahas satu-satu apa apa saja yang udah pernah gue lihat dengan mata kepala sendiri. Bahkan bisa jadi gue adalah salah satu aktor tersebut tanpa gue sadari. Drama drama drama...

Yang bikin gue gatel cerita adalah yg recently kejadian di kantor. Ada orang kantor, laki laki, suami beranak..punya masalah internal rumah tangga, sampai pada level di cegat dan ditunggu pulang oleh seorang wanita yang diduga selingkuhannya. Kocak bener jadinya, karena membuat imajinasi running wild on what happen that makes this guy doesnt want to meet the lady, kalau memang karena si laki tobat dan mau putus sih bagus. Tapi kalau manusia, dengan jiwa natural untuk suudzon, akan mikir --bisa jadi karena si cewe hamil dan si cowo nolak tanggung jawab.-- *eeeaaaaaa nuduh!!

Dan sambil bercerita diatas, gue juga jadi teringat another story dimana ada seorang lelaki tukang selingkuh. Sayangnya, dia punya istri yang dikenal di dunia maya, sehingga si suami ini juga jadi "dikenal" orang-orang. So when he is having an affair, people know. and news spread...seriously..news spread SO FAST

Tapi sayang nya sampai saat cerita ini saya tuliskan, sepertinya si istri belum mengetahui tentang kelakukan suaminya tersebut. Atau sudah tahu tapi memaafkan (mari kita ber khusnudzon)

Just wishing that these kind of things seperti perselingkuhan ini tidak terjadi di gue dah. both husband or me. mit amit jangan sampe. Hope we both scared of Allah that much that we are avoided from that kind of thing and dont even think about it at the slightest


amiiiiinnn

Friday, April 29, 2016

Different perspective

Sebenernya ada banyak sekali post yang masih di folder draft.
tapi mumpung sempet, I wanted to write the recent story I just learned

Kemarin gue diajak seorang sales manager meeting dengan customer. Sebenernya gue paling berkali kali mikir kalau diajak meeting customer (baca: malas) karena menurut gue, I have a really really expressive facial response. Artinya, kalau gue ga setuju atau ga suka, it will go right to my face. Ofcourse, ga bagus kalau ini dilakukan didepan customer. Apalagi kalau salah satu key customer.

Cumaaa...sepertinya at one point I need to make that leap and learn about managing response towards customers. So I went there and seems like it went ok.


But thats not what I wanted to talk about.

Yang gue mau ceritakan adalah suatu pembelajaran yang gue dapat dari hasil ngobrol-ngobrol lunch dengan si sales manager setelah meeting dengan customer tersebut.

sebut saja namanya Adi.

Pak Adi ini sales yang kalau menurut gue sales banget, laid back, santai, bawaannya "flexible" yang mana biasanya kepentok sama operation :p
ngomong nya juga seadanya aja... jadi kadang lucu ngebaca emailnya.

Tapi gue secara bertahap mengetahui background and his story of life.

Waktu awal masuk dan di minggu kedua gue ketemu sama ini orang ini. Dia yang sempet kasih comment "pulang kerja ga boleh marah marah bu...mesti senyum...ketemu anak mesti senyum...ngapain marah2"
dia punya 1 anak dan menurut dia kasian istrinya karena sudah 2x keguguran. so he thinks its enough


Next occasion, gue dikasih tau kalau pak Adi ini kerja ga butuh duit sebenernya. Kabarnya beliau sudah cukup berduit. tentunya, kabar ini gue dapat BUKAN dari dia. (office gossip always exist EVERYWHERE)

The next time, I learn ternyata bukan dia yang berduit tetapi mertua nya.

dan so on dan so on.

Nah, balik ke cerita di saat makan siang ini. We talk about a lot a of things, salah satunya yang cukup ngena di gue adalah tentang pergaulan.

Dia terpikir mau masukin anaknya ke sebuah SMA. SMA ini gue cukup tau anak2 nya cukup borju. gue comment dong
"katanya disitu sekarang banyak borju nya pak dari pada pinternya..."
"justru saya mau masukin anak saya kesitu karena borju nya itu bu"
"lho..kenapa pak?"
"kalau isinya orang-orang borju kan artinya anak-anak orang kaya semua. jadi mereka ga pake kerja udah jadi pemilik perusahaan, jadi nanti anak saya udah gede, bisa gampang ber bisnis sama mereka karena temen SMP atau temen SMA"
".....make sense juga pak"
"jadi dari awal mind set nya bisnis bu. Kalau Ilmu itu bisa dipelajari kapan aja. Network yang susah didapatnya".

cerita juga berlanjut ttg dimana dia dari awal ngasih jajan anaknya dalam bentuk mingguan trus makin lama makin ke bulanan. Tujuannya supaya anaknya bsa manage duit. Dan terbukti di kelas 5 si anak bsa manage dan nabung sampai2 bisa bayarin supirnya nonton premier :p

"Orang Indonesia itu kurangnya di manage duit, kedewasaan financial..."
"kalau kita udah ada cadangan kan, kita ga terlalu pusing dengan perusahaan ada lay off, supaya hati kita juga happy. hidup ini kan yang dicari happy bu"


and that gets me thinking what kind of investment should I made to be in that stage of happiness?
MLM biasanya dimulai dengan seperti itu. bagaimana intinya we can get passive income.
"Its not about making a lot of money. its about having a peace of mind bahwa hidup akan susah-susah amat"

another quote from the guy


its a good discussion. and hopefully I really get the berkah and hikmah dari hal tersebut.

Amiiin



Wednesday, March 30, 2016

Marriage and commitment

Judulnya agak berat...
Tapi terpikir untuk nulis ini ditengah masa idle menunggu suami nyamper buat pulang

Beberapa waktu belakangan (baca:3 tahunan terakhir) gue (ngerasa) banyak banget orang-orang yang dalam lingkungan sekitar atau pergaulan gue yang bercerai. Sepertinya bukan karena gw salah pergaulan, tapi memang dengan keberadaan social media era sekarang pergaulan jadi bertambah dimensinya. Kalau dulu cuma temen sekolah, temen rumah, temen les...skrg ada temen group FB, temen emak emak milis, temen weddingku, dan lain lain dan lain lain...
Dan impactnya adalah mudah sekali informasi tersebar si anu bercerai, si itu selingkuh, si onoh KDRT endebra endebre

Perceraian sepertinya sudah bukan lagi hal yang tabu dan jarang terjadi. Dan seperti kalimat gue sebelumnya, penyebabnya banyaaaaakkk sekali. Is it a wrong thing to do? Not really. Ga ada hak gw atau hak orang lain untuk bisa mengatakan salah atau benar. Sebagai pihak luar kita cuma bisa ber opini. Kita tidak akan pernah tahu penyebab musababnya seseorang finally pull the plug, knock the hammer and say: Thats it. Enough. I am out.

What we can do especially when it happens to someone really close to us will be to make sure that this person have really really thinking this through, istikharah kalau perlu, sebelum akhirnya bener bener mengambil langkah untuk bercerai

Sekali lagi, tidak ada yang salah dengan bercerai. Wong ada tata caranya kok di Quran. Tapi satu hal yang terngiang di kuping gw, yaitu perceraian adalah perbuatan yang tidak disukai Allah

Thats why we really really really need to think this carefully before making that jump

Gue tidak bisa dan tidak mau comment tentang berbagai possible reason kenapa orang bercerai. Tapi kalau gue melihat ke pernikahan gue sendiri, sepertinya yang membuat (alhamdulillah) nya masih bertahan memasuki tahun ke 9 adalah commitment.

Dibilang berantem hebat gw dan suami pernah pastinya. Seberapa parah? Cant say. Itu rahasia rumah tangga. Tapi mnrt gw pernah sampai segitu parahnya sampai mempertimbangkan perceraian. And then what happen?
We both step back. Dan at least gue memikirkan kembali apa memang harus seextreme itu? Apa gw bsa hidup sendiri ngurus anak? Kalau pas lagi emosi, ego gw berbicara : bisa gw hidup sendiri!
Tapi pas udah agak tenangan..ya mikir lagi..anak gw gmana? Dan komitmen gw dulu kemana?

Komitmen gw dulu adalah bahwa gw sadar suami gw ga sempurna. Dan begitupun gue dengan segala kekurangan.
Komitmen gw dulu bahwa nikah itu yang utama adalah menggenapi separuh agama. Nikah itu ibadah. Dan bukan (semata mata) karena cinta. Ujung2 nya Cinta kayaknya bsa pudar. Cinta ga akan cukup menutup kekecewaan demi kekecewaan. Dan kayaknya makin bertambah tahun, suami itu bukan lagi seseorang yang kita cintai. Tapi seorang partner yang bekerja sama ama kita untuk mendapatkan separuh agama tadi. Untuk menjaga amanah Nya. Dan jadi ladang atau potensi untuk menambah pahal bekal setelah yaumul qiyamah.


For those of you yang sedang dipersimpangan jalan...bismillah lah, istikharah lah...insya Allah kalau sholat dengan ikhlas Allah akan kasih ilham Nya

For those of you already decide, bismillah. This is not the end. Its another journey for you. Insya Allah dengan ikhtiar Allah akan kasih kekuatan menjalani proses nya

For those of you already final. Bismillah...yang berlalu biar berlalu. Ikhlas jangan ngedumel. Dan berdoa ikhtiar Insya Allah datang lagi kesempatan berkomitmen.



written jam 6:30 maghrib di Megaria. Selesai baru setelah dirumah dan anak-anak tidur semua

posted from Bloggeroid

Cerita tumbler

Alkisah suatu hari d tanggal 19 November gue melihat tumbler starbucks yang menarik buat gue.

Terbuat dari stainless tapi dibagian luar dilapisi karet sebagai induktor supaya kalau diisi panas yang megang gelas ga melepuh tangannya

Liat bentuknya dari berbagai sisi, pikir pikir dan pertimbangkan akhirnya ga gue beli


Sekitar 2 mgg kemudian gw dikasih tau mbak yang dirumah kalau gelas tumbler gw pecah...hiks..

Maka jadi kepikiran beli si tumbler stainless ini....
Tp ndilalah...setiap outlet Starbucks yang gue datangin malah ga punya stock yg gw mau. Bberapa gw tanya mereka ada yg bilang ga pernah terima ada juga yg bilang habis


Sudah mulai terpikir apa beli aja yg stainless biasa bukan yg item dengan konduktor ini


Until one day pas ke satu outlet dekat kantor ada ibu2 yg antri didepan gw menggunakan tumbler itu. Gue comment k barista
"Saya nyari2 tuh yang tumbler itu mba...yg item. Ada lagi ga?"
"Disini udah ga ada kak. Tp coba saya cek di outlet lain ya kak. Boleh minta no hp nya? Biar nanti kita hubungi kakak kalau sudah ada"

And so gw kasih nomor hp gw ke mbaknya
And amazingly jam 3 an gw ditelpon dan mereka info bahwa sudah ada di store mereka. I said I will pick it up sore sepulang kantor.
Pas sampe sana happy lah gw ngeliatnya dan kasih cc gw buat bayar.
"Ok. Jadinya 325 ribu ya kak"
Kaget gw....anjritt mahal benerrr
Ya tapi kan ga mungkin gw cancel wong udah diupayakan segitunya sama si mbaknya...malu juga ngecancel....akhirnya terima nasib puasa jajan semingguan.

And then its hits me...alasan gw kmrn dulu ga jadi beli yaaaa karena harganya ituuu...

😒😒😒😒

posted from Bloggeroid

Thursday, November 5, 2015

So its time to say goodbye

Baru sempet blog lagi...setelah 15 hari.

Currently writing from a new office. Different type of bussiness. Different type of responsibility, still under supply chain field. 

Its a sad day on that 20th of October. When I need to shake the hand of almost everyone. I cried 2 times and one is so bad that I need to stop walking and take a deep breath. 

am not regretting.. coz I know (and hope) that this is indeed the best path I need to take. 
Its a tough decision, but I still its needed. 

anyway..am blessed to have a lot of good friends...and a supportive family in the office. 

I will see you soon everyone!
my ID for 6 years (since 2009) ...

The HR ladies...source for lots of info

Coffee bestie...Shaburi bestie..Chitchat bestie

Es Grim group plus..the right people to bitch about the right thing as they all suffer the same

extention 5660 where most MCC salah sambung callers 

my desk..my laptop...my place to sleep when needed

THANK YOUUU THANK YOUU THANK YOUU....walau belum semua...but more pictures coming in.





and thanking you all for being part of that Journey

Thursday, October 15, 2015

The end of a Chapter

After 9 years and 4 months the day finally came
When I have to say good bye to this blue green company

Its been a great journey. And am thankful for all the things thrown up in my plate all these years..both sweet and or sour things. Coz all those things built me as i am today.

I leave not because I hate being there
Not because the passion is gone.
And not because I am ungreatful

I leave because I have other priorities
I leave because I want to learn more
I leave because I feel this will be the best way that I need to take

I am thankful for you the blue green company
As you introduce me with shipping and logistics world
As you make me surrounded by all great people and priceless friendship...even when these people have left us before myself
As you give me my second home...where I can greet almost everyone...where I can walk on nakedfeet..where I can speak whatever I want

Its a hard thing to say goodbye
Am not going to say goodbye to my friends (yes, friends and not colleagues or office mates)
Am going to say good bye to you..the blue green company...
Thank you..for the 9 years ride....
Now its time for me to exit the bus...

posted from Bloggeroid